Selasa, 10 September 2013

Fuyu

Author: Kamehoshi Yuukou a.k.a Denanda Aditya R
Genre: Fluff? (Saya belum yakin sih = =a)
Pairing: Chinen Yuri x Kamehoshi Yuukou
Douzo~ comment is really appreciated
100 days to go = FUYU

 ***
Butiran-butiran halus berjatuhan dari birunya langit musim dingin. Dedaunan dan jalan mulai tertutupi oleh tumpukan salju, menampakkan dunia menjadi putih untuk sementara. Ya, seminggu yang lalu angin musim gugur berganti dengan putihnya butiran salju. Musim yang tidak disukai remaja perempuan itu. Kamehoshi Yuukou.

“Oh! haruskah aku pindah ke negara beriklim tropis? Aku benci musim dingin!” gerutunya sepanjang perjalanan menuju sekolah barunya. Syal warna-warni yang melingkari lehernya terus-menerus ia rapatkan. Kedua tangannya yang dilapisi sepasang sarung tangan hitam bergaris biru ia gosok-gosok perlahan guna menghangatkan dirinya yang mulai menggigil. Bibirnya sudah berubah menjadi biru kepucatan karena suhu udara yang menurun. Di lain sisi terlihat sesosok remaja laki-laki sedang menengadahkan tangannya sambil melihat ke arah langit. Yuki.

“Kirei ne.” ucapnya. Chinen Yuri. Dia sangat menyukai musim dingin karena langit akan menurunkan butiran-butiran suci yang akan meleleh ditangannya yang hangat. Dia menyukai suhu udara yang menurun karena dengan itu ia akan menggunakan syal dan baju hangat. Dia menyukai sensasi angin musim dingin meniup telinganya juga pemandangan dimana pohon-pohon dilapisi oleh salju. Ia menyukai musim dingin.

Badannya mulai menghangat itulah yang dirasakan oleh Yuukou, tak sia-sia usahanya menggosok-gosokkan kedua tangannya tadi. Nafas lega terdengar darinya. Walau hanya ada percikan kehangatan dalam tubuhnya yang dingin. Ia kemudian melihat di sisi kanannya terdapat sosok remaja laki-laki yang tak ia kenal kedinginan karena dilihatnya remaja tersebut tidak memakai sarung tangan. Apa dia gila? Pikirnya seperti itu.

“Ternyata Fuyu memang dingin, ish!” gerutu Chinen lirih. Ia tak menyangka tubuhnya yang tadinya hangat berubah menjadi dingin. Ia menggigil. Bibirnya perlahan menjadi pucat dan ia menjadi kesulitan bernafas karena dinginnya udara.

“Nih, aku pinjami. Tapi satu saja ya.” Ujar sosok remaja perempuan disebelahnya. Ia menyodorkan sebuah sarung tangan hitam bergaris biru. Dilihatnya pipi  sosok itu memerah entah karena udara yang dingin atau yang lainnya. Ia menerima pemberian sarung tangan tersebut, tak mau menyangkal kalau ia kedinginan.

“Arigatou.” Ucapnya disertai sebuah senyuman canggung. Dilihatnya remaja perempuan itu menganggukan kepalanya dan kembali berjalan meneruskan langkahnya.

“Hangat.” Ujar Chinen ketika sarung tangan tersebut memasuki tangannya. Ia bisa mencium aroma gadis itu, aroma yang dingin. Menarik. Tanpa sadar ia tersenyum sendiri ketika kehangatan mulai memasuki tubuhnya.

Neeee, kenapa aku serahkan tadi sarung tanganku? Ish, sekarang aku mulai kedinginan kan?” ucap Yuukou merutuki perbuatannya tadi. Dengan waktu yang singkat tubuhnya mulai merespon lingkungan yang ada. Tubuhnya kembali menggigil. Ia gosokkan lagi tangannya yang tak tertutupi oleh sarung tangan ke tangan yang lain. Ia masih kedinginan.

‘GRAP’

Tangan kanannya yang tak terlapisi kain digenggam oleh tangan putih dengan jemarinya yang ramping. Langsung ia arahkan pandangannya menuju pemilik tangan tersebut. Remaja laki-laki tadi, ia membatin.

Ne, kamu kedinginan kan? Ayo, kamu juga sekolah di Tokyo Gakuen kan?” ujar remaja laki-laki tersebut kepada Yuukou. Senyuman lebar Chinen pasang diwajahnya yang sedikit memerah. Mereka kemudian berjalan menuju arah yang sama dengan tangan yang masih bertautan dan senyuman lebar di musim dingin. Walau mereka tak saling kenal satu sama lain mereka merasakan kenyamanan diantara butiran salju yang turun.

‘Musim dingin ternyata tak seburuk yang kukira.’

Yappari, aku suka musim dingin.’

 終(END)
Author Note: Yak,ini sebenarnya juga sudah saya post -__- Semoga tak mengecewakan u.u

Kamus:
Kirei ne: Cantiknya
Fuyu: Musim dingin
Arigatou: Terima kasih
Yappari: Sudah kuduga



Tidak ada komentar:

Posting Komentar