Author: Kamehoshi Yuukou a.k.a Denanda Aditya R
Genre: Fluff? (Saya belum yakin sih = =a)
Pairing: Chinen Yuri x Kamehoshi Yuukou
Douzo~ comment is really appreciated
100 days to go = FUYU
***
Butiran-butiran
halus berjatuhan dari birunya langit musim dingin. Dedaunan dan jalan
mulai tertutupi oleh tumpukan salju, menampakkan dunia menjadi putih
untuk sementara. Ya, seminggu yang lalu angin musim gugur berganti
dengan putihnya butiran salju. Musim yang tidak disukai remaja perempuan
itu. Kamehoshi Yuukou.
“Oh! haruskah aku pindah ke negara
beriklim tropis? Aku benci musim dingin!” gerutunya sepanjang
perjalanan menuju sekolah barunya. Syal warna-warni yang melingkari
lehernya terus-menerus ia rapatkan. Kedua tangannya yang dilapisi
sepasang sarung tangan hitam bergaris biru ia gosok-gosok perlahan guna
menghangatkan dirinya yang mulai menggigil. Bibirnya sudah berubah
menjadi biru kepucatan karena suhu udara yang menurun. Di lain sisi
terlihat sesosok remaja laki-laki sedang menengadahkan tangannya sambil
melihat ke arah langit. Yuki.
“Kirei ne.”
ucapnya. Chinen Yuri. Dia sangat menyukai musim dingin karena langit
akan menurunkan butiran-butiran suci yang akan meleleh ditangannya yang
hangat. Dia menyukai suhu udara yang menurun karena dengan itu ia akan
menggunakan syal dan baju hangat. Dia menyukai sensasi angin musim
dingin meniup telinganya juga pemandangan dimana pohon-pohon dilapisi
oleh salju. Ia menyukai musim dingin.
Badannya mulai
menghangat itulah yang dirasakan oleh Yuukou, tak sia-sia usahanya
menggosok-gosokkan kedua tangannya tadi. Nafas lega terdengar darinya.
Walau hanya ada percikan kehangatan dalam tubuhnya yang dingin. Ia
kemudian melihat di sisi kanannya terdapat sosok remaja laki-laki yang
tak ia kenal kedinginan karena dilihatnya remaja tersebut tidak memakai
sarung tangan. Apa dia gila? Pikirnya seperti itu.
“Ternyata Fuyu
memang dingin, ish!” gerutu Chinen lirih. Ia tak menyangka tubuhnya
yang tadinya hangat berubah menjadi dingin. Ia menggigil. Bibirnya
perlahan menjadi pucat dan ia menjadi kesulitan bernafas karena
dinginnya udara.
“Nih, aku pinjami. Tapi satu saja ya.”
Ujar sosok remaja perempuan disebelahnya. Ia menyodorkan sebuah sarung
tangan hitam bergaris biru. Dilihatnya pipi sosok itu memerah entah
karena udara yang dingin atau yang lainnya. Ia menerima pemberian sarung
tangan tersebut, tak mau menyangkal kalau ia kedinginan.
“Arigatou.”
Ucapnya disertai sebuah senyuman canggung. Dilihatnya remaja perempuan
itu menganggukan kepalanya dan kembali berjalan meneruskan langkahnya.
“Hangat.”
Ujar Chinen ketika sarung tangan tersebut memasuki tangannya. Ia bisa
mencium aroma gadis itu, aroma yang dingin. Menarik. Tanpa sadar ia
tersenyum sendiri ketika kehangatan mulai memasuki tubuhnya.
“Neeee,
kenapa aku serahkan tadi sarung tanganku? Ish, sekarang aku mulai
kedinginan kan?” ucap Yuukou merutuki perbuatannya tadi. Dengan waktu
yang singkat tubuhnya mulai merespon lingkungan yang ada. Tubuhnya
kembali menggigil. Ia gosokkan lagi tangannya yang tak tertutupi oleh
sarung tangan ke tangan yang lain. Ia masih kedinginan.
‘GRAP’
Tangan
kanannya yang tak terlapisi kain digenggam oleh tangan putih dengan
jemarinya yang ramping. Langsung ia arahkan pandangannya menuju pemilik
tangan tersebut. Remaja laki-laki tadi, ia membatin.
“Ne,
kamu kedinginan kan? Ayo, kamu juga sekolah di Tokyo Gakuen kan?” ujar
remaja laki-laki tersebut kepada Yuukou. Senyuman lebar Chinen pasang
diwajahnya yang sedikit memerah. Mereka kemudian berjalan menuju arah
yang sama dengan tangan yang masih bertautan dan senyuman lebar di musim
dingin. Walau mereka tak saling kenal satu sama lain mereka merasakan
kenyamanan diantara butiran salju yang turun.
‘Musim dingin ternyata tak seburuk yang kukira.’
‘Yappari, aku suka musim dingin.’
終(END)
Author
Note: Yak,ini sebenarnya juga sudah saya post -__- Semoga tak mengecewakan u.u
Kamus:
Kirei ne: Cantiknya
Fuyu: Musim dingin
Arigatou: Terima kasih
Yappari: Sudah kuduga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar