Selasa, 10 September 2013

Hanabi

Author: Kamehoshi Yuukou a.k.a Denanda Aditya R
Genre: Fluff? (Saya masih belum yakin sih = =a)
Pairing: Chinen Yuri x Kamehoshi Yuukou
Douzo~ comment is really appreciate :"D
99 days to go = HANABI
 ***
‘SYUU’ ‘BLAR’

“Uwaaaa! Kirei ne!” teriak remaja laki-laki berparas manis. Kedua maniknya menyorot ke arah gemerlap cahaya yang bahkan lebih indah dari kerlip bintang maupun bulan. Dirinya terbuai akan keindahan malam tersebut sampai tak menghiraukan sosok remaja perempuan disampingnya yang juga terbuai oleh keindahan langit. Tetapi tak berlebihan seperti remaja laki-laki di sebelahnya itu.

Ne, Yuri.” Panggil remaja perempuan tersebut kepada sosok di sebelahnya. Chinen Yuri. Ditatapnya Chinen dengan tampang cemberut karena tak merespon panggilannya sedikit pun. Chinen tetap mengedarkan pandangannya keatas sembari berulang kali mengucapkan kata kirei, suteki, dan kata lainnya.

“Yuri!” ucap remaja perempuan itu sambil menggoyangkan pundak Chinen dengan sebelah tangannya. Dia benci diacuhkan. Tidak sopan menurutnya. Chinen masih tetap tidak merespon panggilannya. Oke, dia mulai kesal.

“Yuu-chan~” Ucapnya lirih di telinga kiri Chinen. Ia tahu pasti Chinen akan meresponnya karena mengucapkan panggilan yang paling ‘terlarang’. Sudut bibirnya sedikit terangkat seusai ia ucapkan kata tersebut. Disisi lain Chinen langsung mengarahkan pandangannya pada sosok disebelah kirinya itu. Dengan tatapan yang tajam tentunya.

Nande, Yuukou?” ucap Chinen dengan nada yang tidak enak. Ia benci jika kekasihnya itu memanggilnya Yuu dengan embel-embel –kun maupun –chan. Ia hanya ingin dipanggil Yuri oleh Yuukou. Kamehoshi Yuukou.

“Habisnya kau tak merespon panggilanku sejak tadi!” ucap kekasihnya itu dengan nada merajuk. Yang tampak dari kedua pipi ia gembungkan dan bibir bawah ia majukan. Pertanda kekasihnya itu sedang kesal, pikir Chinen. Ia sebenarnya juga salah karena semenjak tadi tidak merespon panggilan Yuukou  karena terbuai oleh keelokan kembang api.

“Terus gak usah cemberut gitu dong, cemburu ya?” ujar Chinen sambil mencolek pipi Yuukou. Ia tahu pasti Yuukou akan menyangkalnya karena kekasihnya itu tipe tsundere.

“Kalau iya kenapa? Cemburu kan tanda cinta, asal tak berlebihan itu saja.” Ucap kekasihnya itu sambil menjulurkan lidahnya dibarengi oleh tawa mengejek. IA TAK MENYANGKA! Kekasihnya yang tsundere akan ber-straight forward terhadap godaannya.

“Hmm, Kirei ne, Yuri.” Lanjut Yuukou kemudian menatap kearah langit yang bermandikan kembang api. Seulas senyuman Chinen lihat dari bibir kekasihnya itu. Speechless. Pemandangan di depannya bahkan lebih indah dari kembang api terindah yang pernah ia lihat. Tak tahan, ia juga tersenyum menatap lukisan terindah dari Tuhan tersebut. Senyuman yang penuh rasa syukur.

‘CUP’

Chinen Yuri sangat menyukai kembang api, karena langit tampak seperti kumpulan lampu warna-warni yang meledak menghiasi mega malam. Tetapi ia jauh lebih mennyukai atau lebih mencintai pemandangan kekasihnya, Kamehoshi Yuukou yang duduk sembari menyunggingkan sebuah senyuman, menengadah ke langit dengan kembang api menjadi latar belakangnya. Sangat mengagumkan, membuatnya bersyukur memiliki kekasihnya itu.
終(END)

Author Note: Sudah saya post juga -___- *melirik tajam seseorang*

Kamus:
Hanabi: Kembang api
Kirei ne: Cantiknya
(name)-chan: Panggilan untuk seseorang yang sudah akrab
(name)-kun: Panggilan yang bisanya untuk laki-laki
Tsundere: Yah yang galak-galak tapi suka(?) yang sok gak suka padahal suka gitu lah, googling sendiri deh -__-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar